Cycle Count / Stock Opname Process
Ringkasan
Section titled “Ringkasan”Cycle Count / Stock Opname Process adalah proses verifikasi fisik stok terhadap data sistem secara berkala (periodik) maupun berdasarkan kebutuhan khusus (ad-hoc). Tujuan utamanya adalah menjaga akurasi stok tanpa harus menutup seluruh operasional gudang.
Pada baseline proses ini, cycle count wajib menerapkan freeze transaksi, namun dapat dilakukan sebagai partial freeze berdasarkan lokasi atau item yang sedang dihitung. Artinya, hanya area yang dihitung yang diblokir sementara, sementara area lain dapat tetap beroperasi.
Persetujuan adjustment atas selisih hasil hitung dilakukan oleh Manager Gudang.
Sesuai prinsip mobile-first WMS, aktivitas hitung lapangan dilakukan melalui handheld, sedangkan perencanaan count, review selisih, dan approval adjustment dilakukan melalui web admin.
Tujuan Bisnis Cycle Count
Section titled “Tujuan Bisnis Cycle Count”- Menjaga akurasi data stok antara sistem dan kondisi fisik di gudang.
- Mendeteksi discrepancy lebih cepat sebelum berdampak ke proses picking, replenishment, atau dispatch.
- Menurunkan kebutuhan full stock opname yang menghentikan operasional gudang.
- Menetapkan tata kelola adjustment stok yang terkontrol melalui approval Manager Gudang.
- Menyediakan jejak audit lengkap untuk aktivitas hitung dan adjustment.
Nilai Operasional untuk Organisasi
Section titled “Nilai Operasional untuk Organisasi”- Tim gudang dapat menjaga kualitas data stok secara kontinu melalui count periodik.
- Tim operasional dapat menjalankan investigasi cepat melalui count ad-hoc saat ada insiden.
- Tim manajemen memiliki visibilitas tren selisih stok per lokasi, item, dan periode.
- Risiko salah kirim akibat stok sistem tidak akurat berkurang.
- Kualitas perencanaan pengadaan dan produksi meningkat karena data stok lebih andal.
Arsitektur Skenario
Section titled “Arsitektur Skenario”Skenario 1 — Cycle Count Periodik (Terjadwal)
Section titled “Skenario 1 — Cycle Count Periodik (Terjadwal)”Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld), Manager gudang (web admin)
Alur ringkas:
- Supervisor membuat jadwal cycle count periodik (harian/mingguan/bulanan).
- Supervisor membuat Cycle Count Order berdasarkan lokasi/item tertentu.
- Sistem menerapkan freeze parsial pada lokasi/item yang masuk scope count.
- Counter melakukan hitung fisik melalui handheld dan menginput kuantitas aktual.
- Sistem membandingkan hasil hitung dengan stok sistem.
- Jika ada selisih, Manager Gudang review dan approve adjustment.
- Setelah selesai, freeze dilepas dan status count menjadi Done.
Skenario 2 — Cycle Count Ad-Hoc karena Discrepancy
Section titled “Skenario 2 — Cycle Count Ad-Hoc karena Discrepancy”Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld), Manager gudang (web admin)
Alur ringkas:
- Discrepancy terdeteksi dari proses operasional (misalnya saat picking atau replenishment).
- Supervisor membuat Cycle Count Order ad-hoc untuk lokasi/item terdampak.
- Sistem menerapkan freeze parsial pada scope ad-hoc tersebut.
- Counter melakukan hitung fisik segera melalui handheld.
- Sistem menampilkan varians real-time.
- Manager Gudang memutuskan approve/reject adjustment.
Skenario 3 — Partial Freeze Multi-Lokasi
Section titled “Skenario 3 — Partial Freeze Multi-Lokasi”Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld)
Alur ringkas:
- Supervisor memilih beberapa lokasi untuk dihitung secara paralel.
- Sistem melakukan freeze hanya pada lokasi terpilih, bukan seluruh gudang.
- Transaksi pada lokasi lain tetap berjalan normal.
- Counter menghitung lokasi per lokasi dan mengkonfirmasi di handheld.
- Freeze pada setiap lokasi dilepas otomatis setelah lokasi tersebut dinyatakan selesai.
Skenario 4 — Double Count untuk Varians Besar
Section titled “Skenario 4 — Double Count untuk Varians Besar”Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter pertama (handheld), Counter kedua (handheld), Manager gudang (web admin)
Alur ringkas:
- Hasil hitung pertama menunjukkan selisih di atas ambang yang ditetapkan.
- Sistem menandai baris sebagai Require Recount.
- Supervisor menugaskan counter kedua untuk hitung ulang.
- Hasil recount dibandingkan dengan hitung pertama dan stok sistem.
- Manager Gudang menggunakan hasil validasi akhir untuk approve adjustment.
Skenario 5 — Item Tidak Ditemukan di Lokasi
Section titled “Skenario 5 — Item Tidak Ditemukan di Lokasi”Karakter utama: Counter/staff gudang (handheld), Supervisor gudang (web admin), Manager gudang (web admin)
Alur ringkas:
- Counter tidak menemukan item yang seharusnya ada di lokasi.
- Counter menandai hasil sebagai Not Found di handheld.
- Supervisor melakukan pengecekan lokasi alternatif atau histori pergerakan terakhir.
- Jika tetap tidak ditemukan, varians diproses untuk keputusan adjustment oleh Manager Gudang.
- Catatan investigasi disimpan sebagai lampiran audit.
SOP End-to-End
Section titled “SOP End-to-End”Fase 1 — Perencanaan dan Rilis Cycle Count Order (Web Admin)
Section titled “Fase 1 — Perencanaan dan Rilis Cycle Count Order (Web Admin)”| Langkah | Aktor | Aktivitas |
|---|---|---|
| 1.1 | Supervisor | Tentukan jenis cycle count: Periodik atau Ad-hoc. |
| 1.2 | Supervisor | Pilih scope count: lokasi, item, batch/lot (jika berlaku). |
| 1.3 | Supervisor | Buat Cycle Count Order dan assign counter. |
| 1.4 | Sistem | Terapkan status Open pada Cycle Count Order. |
| 1.5 | Sistem | Aktifkan freeze transaksi pada scope terpilih (partial freeze). |
Fokus kontrol: Freeze bersifat wajib untuk scope yang dihitung. Transaksi inbound, outbound, putaway, pick, dan move pada scope freeze harus diblokir sementara.
Fase 2 — Eksekusi Hitung Fisik (Handheld)
Section titled “Fase 2 — Eksekusi Hitung Fisik (Handheld)”| Langkah | Aktor | Aktivitas |
|---|---|---|
| 2.1 | Counter | Buka task cycle count di handheld. |
| 2.2 | Counter | Pindai lokasi, lalu pindai item/batch jika diperlukan. |
| 2.3 | Counter | Input kuantitas fisik aktual yang ditemukan. |
| 2.4 | Sistem | Simpan hasil hitung dan tandai baris Counted. |
| 2.5 | Sistem | Hitung varians terhadap stok sistem secara otomatis. |
Fokus kontrol: Counter hanya dapat menginput hasil pada scope yang sudah ditetapkan pada Order. Perubahan scope saat eksekusi harus melalui supervisor.
Fase 3 — Review Varians dan Recount (Web Admin + Handheld)
Section titled “Fase 3 — Review Varians dan Recount (Web Admin + Handheld)”| Langkah | Aktor | Aktivitas |
|---|---|---|
| 3.1 | Supervisor | Review varians hasil count di web admin. |
| 3.2 | Supervisor | Untuk varians signifikan, aktifkan recount (double count). |
| 3.3 | Counter kedua | Lakukan recount melalui handheld. |
| 3.4 | Sistem | Konsolidasikan hasil count dan recount sebagai dasar keputusan. |
Fokus kontrol: Varians di atas ambang batas tidak boleh langsung di-adjust tanpa recount atau justifikasi investigasi yang sah.
Fase 4 — Approval Adjustment dan Penutupan (Web Admin)
Section titled “Fase 4 — Approval Adjustment dan Penutupan (Web Admin)”| Langkah | Aktor | Aktivitas |
|---|---|---|
| 4.1 | Manager Gudang | Review hasil final count dan investigasi varians. |
| 4.2 | Manager Gudang | Approve atau reject stock adjustment. |
| 4.3 | Sistem | Jika approve: update stok sesuai hasil final count. |
| 4.4 | Sistem | Lepaskan freeze transaksi pada scope count. |
| 4.5 | Sistem | Ubah status Cycle Count Order menjadi Done. |
Fokus kontrol: Otoritas approve adjustment hanya dimiliki Manager Gudang.
Alur Ringkas untuk Presentasi
Section titled “Alur Ringkas untuk Presentasi”Cycle Count Trigger(Periodik / Ad-hoc) │ ▼Buat Cycle Count Order (Web Admin) │ ▼Partial Freeze Scope Count(lokasi/item terpilih) │ ▼Hitung Fisik via Handheld(scan lokasi + input qty aktual) │ ▼Bandingkan dengan Stok Sistem │ ├── Varians Kecil ──► Review │ └── Varians Besar ──► Recount │ ▼ Approval Manager Gudang │ ▼ Adjustment + Release Freeze │ ▼ Status DonePengecualian Umum
Section titled “Pengecualian Umum”| Kondisi | Penanganan |
|---|---|
| Counter mencoba count di luar scope Order | Sistem menolak input; supervisor harus memperbarui scope jika diperlukan. |
| Transaksi operasional tetap berjalan di lokasi freeze | Sistem memblokir transaksi dan menampilkan alasan lokasi sedang cycle count. |
| Varians besar tanpa recount | Sistem menahan proses adjustment sampai recount atau justifikasi investigasi disetujui. |
| Manager Gudang menolak adjustment | Order tetap In Review; supervisor wajib lakukan investigasi lanjutan atau recount tambahan. |
| Koneksi handheld terputus saat count | Data disimpan sementara (queued) dan disinkronkan saat koneksi pulih. |
Peran Tim
Section titled “Peran Tim”| Peran | Platform | Tanggung Jawab |
|---|---|---|
| Supervisor Gudang | Web Admin | Menentukan scope, membuat Cycle Count Order, menetapkan counter, memonitor varians. |
| Counter / Staff Gudang | Handheld | Melakukan hitung fisik dan input hasil count sesuai task. |
| Manager Gudang | Web Admin | Otoritas final untuk approval/rejection stock adjustment. |
KPI Proses Cycle Count
Section titled “KPI Proses Cycle Count”| KPI | Target |
|---|---|
| Ketepatan pelaksanaan jadwal cycle count periodik | ≥ 95% sesuai rencana periode |
| Akurasi stok setelah cycle count | ≥ 99% pada scope yang dihitung |
| SLA penyelesaian cycle count ad-hoc | ≤ 4 jam sejak order dibuat |
| Varians besar yang diproses dengan recount | 100% sesuai kebijakan |
| Approval adjustment oleh otoritas yang tepat | 100% oleh Manager Gudang |