Skip to content

Cycle Count / Stock Opname Process

Cycle Count / Stock Opname Process adalah proses verifikasi fisik stok terhadap data sistem secara berkala (periodik) maupun berdasarkan kebutuhan khusus (ad-hoc). Tujuan utamanya adalah menjaga akurasi stok tanpa harus menutup seluruh operasional gudang.

Pada baseline proses ini, cycle count wajib menerapkan freeze transaksi, namun dapat dilakukan sebagai partial freeze berdasarkan lokasi atau item yang sedang dihitung. Artinya, hanya area yang dihitung yang diblokir sementara, sementara area lain dapat tetap beroperasi.

Persetujuan adjustment atas selisih hasil hitung dilakukan oleh Manager Gudang.

Sesuai prinsip mobile-first WMS, aktivitas hitung lapangan dilakukan melalui handheld, sedangkan perencanaan count, review selisih, dan approval adjustment dilakukan melalui web admin.

  1. Menjaga akurasi data stok antara sistem dan kondisi fisik di gudang.
  2. Mendeteksi discrepancy lebih cepat sebelum berdampak ke proses picking, replenishment, atau dispatch.
  3. Menurunkan kebutuhan full stock opname yang menghentikan operasional gudang.
  4. Menetapkan tata kelola adjustment stok yang terkontrol melalui approval Manager Gudang.
  5. Menyediakan jejak audit lengkap untuk aktivitas hitung dan adjustment.
  1. Tim gudang dapat menjaga kualitas data stok secara kontinu melalui count periodik.
  2. Tim operasional dapat menjalankan investigasi cepat melalui count ad-hoc saat ada insiden.
  3. Tim manajemen memiliki visibilitas tren selisih stok per lokasi, item, dan periode.
  4. Risiko salah kirim akibat stok sistem tidak akurat berkurang.
  5. Kualitas perencanaan pengadaan dan produksi meningkat karena data stok lebih andal.

Skenario 1 — Cycle Count Periodik (Terjadwal)

Section titled “Skenario 1 — Cycle Count Periodik (Terjadwal)”

Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld), Manager gudang (web admin)

Alur ringkas:

  1. Supervisor membuat jadwal cycle count periodik (harian/mingguan/bulanan).
  2. Supervisor membuat Cycle Count Order berdasarkan lokasi/item tertentu.
  3. Sistem menerapkan freeze parsial pada lokasi/item yang masuk scope count.
  4. Counter melakukan hitung fisik melalui handheld dan menginput kuantitas aktual.
  5. Sistem membandingkan hasil hitung dengan stok sistem.
  6. Jika ada selisih, Manager Gudang review dan approve adjustment.
  7. Setelah selesai, freeze dilepas dan status count menjadi Done.

Skenario 2 — Cycle Count Ad-Hoc karena Discrepancy

Section titled “Skenario 2 — Cycle Count Ad-Hoc karena Discrepancy”

Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld), Manager gudang (web admin)

Alur ringkas:

  1. Discrepancy terdeteksi dari proses operasional (misalnya saat picking atau replenishment).
  2. Supervisor membuat Cycle Count Order ad-hoc untuk lokasi/item terdampak.
  3. Sistem menerapkan freeze parsial pada scope ad-hoc tersebut.
  4. Counter melakukan hitung fisik segera melalui handheld.
  5. Sistem menampilkan varians real-time.
  6. Manager Gudang memutuskan approve/reject adjustment.

Skenario 3 — Partial Freeze Multi-Lokasi

Section titled “Skenario 3 — Partial Freeze Multi-Lokasi”

Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter/staff gudang (handheld)

Alur ringkas:

  1. Supervisor memilih beberapa lokasi untuk dihitung secara paralel.
  2. Sistem melakukan freeze hanya pada lokasi terpilih, bukan seluruh gudang.
  3. Transaksi pada lokasi lain tetap berjalan normal.
  4. Counter menghitung lokasi per lokasi dan mengkonfirmasi di handheld.
  5. Freeze pada setiap lokasi dilepas otomatis setelah lokasi tersebut dinyatakan selesai.

Skenario 4 — Double Count untuk Varians Besar

Section titled “Skenario 4 — Double Count untuk Varians Besar”

Karakter utama: Supervisor gudang (web admin), Counter pertama (handheld), Counter kedua (handheld), Manager gudang (web admin)

Alur ringkas:

  1. Hasil hitung pertama menunjukkan selisih di atas ambang yang ditetapkan.
  2. Sistem menandai baris sebagai Require Recount.
  3. Supervisor menugaskan counter kedua untuk hitung ulang.
  4. Hasil recount dibandingkan dengan hitung pertama dan stok sistem.
  5. Manager Gudang menggunakan hasil validasi akhir untuk approve adjustment.

Skenario 5 — Item Tidak Ditemukan di Lokasi

Section titled “Skenario 5 — Item Tidak Ditemukan di Lokasi”

Karakter utama: Counter/staff gudang (handheld), Supervisor gudang (web admin), Manager gudang (web admin)

Alur ringkas:

  1. Counter tidak menemukan item yang seharusnya ada di lokasi.
  2. Counter menandai hasil sebagai Not Found di handheld.
  3. Supervisor melakukan pengecekan lokasi alternatif atau histori pergerakan terakhir.
  4. Jika tetap tidak ditemukan, varians diproses untuk keputusan adjustment oleh Manager Gudang.
  5. Catatan investigasi disimpan sebagai lampiran audit.

Fase 1 — Perencanaan dan Rilis Cycle Count Order (Web Admin)

Section titled “Fase 1 — Perencanaan dan Rilis Cycle Count Order (Web Admin)”
LangkahAktorAktivitas
1.1SupervisorTentukan jenis cycle count: Periodik atau Ad-hoc.
1.2SupervisorPilih scope count: lokasi, item, batch/lot (jika berlaku).
1.3SupervisorBuat Cycle Count Order dan assign counter.
1.4SistemTerapkan status Open pada Cycle Count Order.
1.5SistemAktifkan freeze transaksi pada scope terpilih (partial freeze).

Fokus kontrol: Freeze bersifat wajib untuk scope yang dihitung. Transaksi inbound, outbound, putaway, pick, dan move pada scope freeze harus diblokir sementara.


Fase 2 — Eksekusi Hitung Fisik (Handheld)

Section titled “Fase 2 — Eksekusi Hitung Fisik (Handheld)”
LangkahAktorAktivitas
2.1CounterBuka task cycle count di handheld.
2.2CounterPindai lokasi, lalu pindai item/batch jika diperlukan.
2.3CounterInput kuantitas fisik aktual yang ditemukan.
2.4SistemSimpan hasil hitung dan tandai baris Counted.
2.5SistemHitung varians terhadap stok sistem secara otomatis.

Fokus kontrol: Counter hanya dapat menginput hasil pada scope yang sudah ditetapkan pada Order. Perubahan scope saat eksekusi harus melalui supervisor.


Fase 3 — Review Varians dan Recount (Web Admin + Handheld)

Section titled “Fase 3 — Review Varians dan Recount (Web Admin + Handheld)”
LangkahAktorAktivitas
3.1SupervisorReview varians hasil count di web admin.
3.2SupervisorUntuk varians signifikan, aktifkan recount (double count).
3.3Counter keduaLakukan recount melalui handheld.
3.4SistemKonsolidasikan hasil count dan recount sebagai dasar keputusan.

Fokus kontrol: Varians di atas ambang batas tidak boleh langsung di-adjust tanpa recount atau justifikasi investigasi yang sah.


Fase 4 — Approval Adjustment dan Penutupan (Web Admin)

Section titled “Fase 4 — Approval Adjustment dan Penutupan (Web Admin)”
LangkahAktorAktivitas
4.1Manager GudangReview hasil final count dan investigasi varians.
4.2Manager GudangApprove atau reject stock adjustment.
4.3SistemJika approve: update stok sesuai hasil final count.
4.4SistemLepaskan freeze transaksi pada scope count.
4.5SistemUbah status Cycle Count Order menjadi Done.

Fokus kontrol: Otoritas approve adjustment hanya dimiliki Manager Gudang.


Cycle Count Trigger
(Periodik / Ad-hoc)
Buat Cycle Count Order (Web Admin)
Partial Freeze Scope Count
(lokasi/item terpilih)
Hitung Fisik via Handheld
(scan lokasi + input qty aktual)
Bandingkan dengan Stok Sistem
├── Varians Kecil ──► Review
└── Varians Besar ──► Recount
Approval Manager Gudang
Adjustment + Release Freeze
Status Done

KondisiPenanganan
Counter mencoba count di luar scope OrderSistem menolak input; supervisor harus memperbarui scope jika diperlukan.
Transaksi operasional tetap berjalan di lokasi freezeSistem memblokir transaksi dan menampilkan alasan lokasi sedang cycle count.
Varians besar tanpa recountSistem menahan proses adjustment sampai recount atau justifikasi investigasi disetujui.
Manager Gudang menolak adjustmentOrder tetap In Review; supervisor wajib lakukan investigasi lanjutan atau recount tambahan.
Koneksi handheld terputus saat countData disimpan sementara (queued) dan disinkronkan saat koneksi pulih.

PeranPlatformTanggung Jawab
Supervisor GudangWeb AdminMenentukan scope, membuat Cycle Count Order, menetapkan counter, memonitor varians.
Counter / Staff GudangHandheldMelakukan hitung fisik dan input hasil count sesuai task.
Manager GudangWeb AdminOtoritas final untuk approval/rejection stock adjustment.

KPITarget
Ketepatan pelaksanaan jadwal cycle count periodik≥ 95% sesuai rencana periode
Akurasi stok setelah cycle count≥ 99% pada scope yang dihitung
SLA penyelesaian cycle count ad-hoc≤ 4 jam sejak order dibuat
Varians besar yang diproses dengan recount100% sesuai kebijakan
Approval adjustment oleh otoritas yang tepat100% oleh Manager Gudang