4.6 Constraints
Berikut adalah batasan dan kendala yang diidentifikasi dan perlu dikelola secara aktif selama pelaksanaan proyek:
1. Ketergantungan SAP
Section titled “1. Ketergantungan SAP”Pengujian integrasi antara WMS dan SAP sangat bergantung pada kesiapan RFC (Remote Function Call) dari sisi sistem SAP MKCJ. Modifikasi atau penyediaan RFC harus diselesaikan tepat waktu agar fase pengujian integrasi dapat dimulai sesuai jadwal.
Risiko: Keterlambatan di sisi SAP akan menunda keseluruhan jadwal proyek.
2. Infrastruktur Jaringan
Section titled “2. Infrastruktur Jaringan”Operasional perangkat mobile handheld scanner di lantai gudang dan produksi sangat bergantung pada stabilitas koneksi Wi-Fi. Area dengan sinyal lemah (blankspot) dapat menghambat jalannya transaksi real-time.
Catatan: Perbaikan infrastruktur jaringan berada di luar scope proyek dan menjadi tanggung jawab MKCJ.
3. Adopsi Pengguna & Pemasok
Section titled “3. Adopsi Pengguna & Pemasok”Keberhasilan implementasi membutuhkan manajemen perubahan (Change Management) yang efektif agar:
- Operator lapangan terbiasa menggunakan aplikasi mobile dan perangkat handheld dalam rutinitas kerja harian mereka.
- Pemasok eksternal bersedia dan mampu menggunakan Supplier Portal untuk penginputan ASN dan pencetakan label barcode.
Risiko: Rendahnya adopsi oleh pengguna atau pemasok dapat mengurangi efektivitas sistem secara keseluruhan.
4. Deployment On-Premises
Section titled “4. Deployment On-Premises”Sistem diwajibkan untuk di-deploy pada server lokal (On-Premises) milik MKCJ. Performa dan ketersediaan sistem akan sepenuhnya bergantung pada spesifikasi hardware dan konfigurasi infrastruktur yang disediakan MKCJ.
Ketentuan: Server harus tersedia dan siap digunakan sebelum fase deployment dimulai.