8. Project Constraints
Berikut adalah batasan dan kendala potensial yang telah diidentifikasi dan dapat mempengaruhi jalannya proyek, beserta pendekatan mitigasi yang direkomendasikan:
1. Risiko Integrasi SAP
Section titled “1. Risiko Integrasi SAP”Keterlambatan dalam penyediaan atau modifikasi RFC di sisi sistem SAP MKCJ dapat menunda fase pengujian integrasi dan memundurkan jadwal Go-Live secara keseluruhan.
Mitigasi: Memulai komunikasi dan koordinasi mengenai Field Mapping SAP sejak awal proyek, dan menetapkan batas waktu penyediaan RFC dalam Project Plan.
2. Ketersediaan Jaringan (Infrastruktur)
Section titled “2. Ketersediaan Jaringan (Infrastruktur)”Operasional aplikasi mobile dan handheld barcode scanner bergantung penuh pada stabilitas koneksi Wi-Fi di seluruh area gudang dan lantai produksi. Adanya area blankspot merupakan risiko operasional yang nyata.
Mitigasi: Fitur offline-sync terbatas untuk beberapa transaksi kritikal, serta rekomendasi kepada MKCJ untuk melakukan survei dan perbaikan jaringan sebelum Go-Live.
3. Adopsi Pemasok (Risiko Bisnis)
Section titled “3. Adopsi Pemasok (Risiko Bisnis)”Keberhasilan inisiatif pelabelan barcode mandiri sangat bergantung pada kesediaan dan kemampuan pemasok eksternal untuk menggunakan Supplier Portal secara konsisten.
Mitigasi: Pihak manajemen MKCJ perlu mengeluarkan instruksi resmi kepada pemasok, disertai pelatihan penggunaan portal dan dukungan teknis di awal implementasi.
4. Server & Deployment On-Premises
Section titled “4. Server & Deployment On-Premises”Sistem diwajibkan untuk di-deploy pada server lokal (On-Premises) MKCJ. Performa aplikasi sepenuhnya bergantung pada spesifikasi hardware yang disediakan, dan risiko downtime berada di tangan tim IT MKCJ.
Mitigasi: Tim IT MKCJ harus memastikan spesifikasi server memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan dalam dokumen teknis, disertai prosedur backup dan disaster recovery yang jelas.
5. Standarisasi Bahasa Sistem
Section titled “5. Standarisasi Bahasa Sistem”Seluruh antarmuka (User Interface) dan terminologi dalam sistem akan menggunakan Bahasa Inggris sebagai standar. Hal ini perlu dikomunikasikan kepada pengguna lapangan agar tidak menimbulkan hambatan dalam adopsi.
Mitigasi: Materi pelatihan dan User Manual dapat disediakan dalam Bahasa Indonesia untuk membantu pemahaman pengguna.