Skip to content

3. Needs Statement

Saat ini, operasional pergudangan dan pemantauan WIP di MKCJ mengandalkan pencatatan manual dan belum terintegrasi secara real-time dengan sistem ERP SAP. Ketidakadaan infrastruktur barcode menyebabkan identifikasi barang bergantung pada pengecekan visual yang sangat rentan terhadap human error.


Kondisi tersebut menimbulkan tiga permasalahan operasional utama yang membutuhkan penanganan segera:

Perbedaan antara jumlah stok fisik di gudang dan catatan di sistem SAP terjadi secara berkala dan sulit dideteksi secara tepat waktu. Hal ini menyebabkan ketidakakuratan laporan inventaris yang berdampak pada keputusan pengadaan dan produksi.

Tim produksi dan gudang menghadapi kesulitan dalam melacak Lot/Batch Number material saat material berpindah antar pos di lantai produksi. Tanpa sistem pelacakan yang terstruktur, risiko penggunaan material yang salah atau kadaluarsa menjadi tinggi.

Proses penerimaan barang (Inbound) dari pemasok dilakukan secara manual tanpa notifikasi kedatangan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan penumpukan antrian di area receiving yang memperlambat alur operasional gudang secara keseluruhan.


Proyek ini akan mengatasi seluruh permasalahan di atas melalui dua pendekatan utama:

  • Digitalisasi proses lantai gudang — implementasi sistem barcode dan aplikasi mobile untuk seluruh aktivitas fisik gudang.
  • Integrasi API dengan SAP — sinkronisasi data dua arah secara otomatis antara WMS dan sistem ERP SAP yang sudah berjalan.