Skip to content

2. System Overview

MKCJ Warehouse Management System (MKCJ-WMS) adalah sistem manajemen pergudangan yang dirancang untuk mendukung operasi gudang multi-site dalam satu entitas bisnis (PT MITSUI KINZOKU CATALIST JAKARTA). Sistem ini mencakup pengelolaan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi, serta mendukung proses Work In Process (WIP) pada aktivitas produksi.

Secara fungsional, MKCJ-WMS berperan sebagai sistem eksekusi operasional gudang yang mengendalikan dan mencatat aktivitas penerimaan, penyimpanan, perpindahan, dan pengeluaran barang. Sistem ini juga menyediakan visibilitas status inventori secara terstruktur agar proses pengambilan keputusan operasional dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

MKCJ-WMS terintegrasi dengan SAP ERP milik klien menggunakan mekanisme SAP RFC dengan pola sinkronisasi near real-time . Pendekatan ini ditetapkan untuk menjaga konsistensi data master dan transaksi antar sistem tanpa menunggu proses batch harian.

Implementasi sistem dijalankan pada lingkungan on-premises dan didukung perangkat AIDC, yaitu mobile computer Newland MT-93 Lite serta printer label barcode. Kuantitas perangkat akan ditetapkan pada fase perencanaan implementasi rinci.

Tujuan desain MKCJ-WMS ditetapkan sebagai berikut:

  • Mendukung model operasi multi-site dalam satu tenant MKCJ dengan kontrol akses berbasis gudang.
  • Menjamin akurasi data inventori melalui pencatatan transaksi yang konsisten pada setiap proses operasional.
  • Menyediakan keterlacakan transaksi melalui mekanisme audit log yang memadai.
  • Menjaga konsistensi data antar sistem melalui sinkronisasi near real-time dengan SAP RFC.
  • Menyediakan arsitektur yang maintainable untuk mendukung pemeliharaan, pengujian, dan pengembangan bertahap.
  • Menjamin keamanan akses pengguna melalui pembatasan visibilitas dan aksi berdasarkan warehouse assignment.
  • Menjaga stabilitas layanan pada lingkungan on-premises agar operasional gudang tetap berjalan sesuai jam kerja bisnis.

MKCJ-WMS menggunakan pendekatan arsitektur hybrid untuk menyeimbangkan kebutuhan fleksibilitas layanan, kemudahan integrasi, dan stabilitas operasional pada lingkungan on-premises. Dalam pendekatan ini, sistem tetap beroperasi sebagai aplikasi terpusat, namun fungsi-fungsi kritikal dipisahkan secara logis berdasarkan domain proses dan tanggung jawab layanan.

Ringkasan arsitektur tingkat tinggi meliputi komponen berikut:

  • Presentation Layer: antarmuka aplikasi bagi operator, supervisor, dan administrator.
  • Business Service Layer: layanan inti untuk inbound, inventory movement, WIP, outbound, dan validasi aturan proses.
  • Authorization Layer: kontrol akses berbasis assignment gudang untuk memastikan pengguna hanya dapat mengakses data sesuai otorisasi.
  • Integration Layer: layanan sinkronisasi near real-time dengan SAP ERP melalui SAP RFC.
  • Data Layer: pengelolaan data master, data transaksi, status inventori, dan audit log.
  • Device and Infrastructure Layer: perangkat AIDC dan infrastruktur server on-premises untuk mendukung proses operasional.

Dengan arsitektur tersebut, MKCJ-WMS diposisikan sebagai sistem eksekusi gudang, sementara SAP ERP tetap menjadi sistem enterprise utama untuk perencanaan dan pengendalian tingkat korporat.

Agar implementasi berjalan terkontrol, System Overview ini menggunakan batasan dan asumsi berikut:

  • Multi-site didefinisikan sebagai satu tenant MKCJ yang memiliki lebih dari satu gudang.
  • Setiap pengguna wajib memiliki assignment gudang, dan akses data dibatasi pada gudang yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Integrasi ke SAP menggunakan RFC dengan pola near real-time; mekanisme integrasi bergantung pada ketersediaan endpoint dan akses dari sisi SAP.
  • Deployment utama berada pada infrastruktur on-premises milik klien.
  • Jumlah perangkat mobile computer dan printer label barcode belum ditetapkan dan akan difinalkan pada fase implementasi detail.
  • Perubahan atau pengembangan RFC baru di SAP tidak termasuk dalam ruang lingkup proyek, sesuai batasan pada Section 1.